CINTA
SEHIDUP SEMATI 2 EKOR SAPI
Karya;Ajib
Firman Rosadha
Moh
, itulah nama seekor sapi jantan yang sedang jatuh cinta kepada seekor sapi betina
yang bernama Mih. Sudah lama si Moh jatuh cinta kepada si Mih , tetapi si Moh
masih belum juga berani mendekati si Mih.
Suatu
hari , si Moh sedang berjalan dengan majikannya di padang rumput. Pada saat
itulah si Moh melihat si Mih yang sangat cantik sedang berjalan dengan
majikannya. Si Moh terpesona dengan si Mih yang berjalan dengan bokong yang
bergoyang ke kanan dan ke kiri. Saking terpesonanya si Moh sampai-sampai
tersandung batu yang agak besar. Sehingga si Moh pun terjatuh dan menindihi
majikannya. Si Mih tertawa ketika melihat si Moh terjatuh , tapi setelah itu si
Moh berdiri kembali dengan PD nya. Lalu si Moh berhenti dan di ikatkan talinya
oleh majikannya, ke sebuah pathok kecil.
Kemudian makanlah si Moh dengan lahapnya. Seperti sapi yang habis puasa dan
kelaparan. Setelah di tinggal oleh majikannya , si Moh berjalan mundur dan
mulai mendekati si Mih yang cantik jelita. Si Moh mengedipkan sebelah matanya
kepada si Mih dengan genit, si Mih membalasnya dengan satu kedipan mata pula,
kepada si Moh .
Lama-kelamaan
si Moh semakin dekat dengan si Mih . Ketika si Moh sudah sangat dekat sekali dengan
si Mih , tiba-tiba terdengar suara kentut
yang agak keras, “Tuuuut….” , yang tidak sengaja keluar dari bokong si Moh . Si
Mih pun tertawa kembali ( mungkin menurut si Mih itu lucu). Melihat si Mih
tertawa begitu bahak, si Moh pun bertanya kepada si Mih , “ kenapa kamu tertawa
? ”. Kemudian jawablah si Mih, “ Enggak
kok, Cuma lucu aja denger kamu kentut ”. Dari situ lah si Moh dan si Mih
menjadi akrab.
Kemudian
pada keesokan harinya si Moh datang menjemput si mih , untuk berangkat bersama
ke padang rumput. Si Moh dan si Mih berjalan bersama sambil bercanda dan
tertawa menuju padang rumput. Lama –
lama hubungan mereka semakin dekat, kemudian tumbuh lah benih – benih cinta
dari keduanya.
Pada
keesokan harinya lagi si Moh menjemput si Mih untuk pergi bersama ke padang
rumput. Setelah sampai di padang rumput , si Moh malu – malu untuk mengatakan
sesuatu kepada si Mih . Dengan berani akhirnya si Moh mengatakan cinta kepada
si Mih , “ Mih, sudah lama kita dekat , kali ini aku ingin mengatakan sesuatu
padamu , yaitu….em..Aku cinta padamu ”. Si Mih pun terkejut dan menangis
bahagia mendengar itu semua. Akhirnya pada hari itu, si Moh dan si Mih jadian
dan resmi menjadi pacar. Setelah mereka resmi menjadi pacar , hari - hari
mereka di penuhi dengan cinta. Kata – kata yang mereka ucapkan pun kata- kata cinta.
Sampai – sampai rumput yang mereka makan pun di bumbui dengan cinta. Sepertinya
cinta mereka tidak dapat di pisahkan.
Ke
esokan harinya, si Moh datang ke rumah
si Mih untuk menjemputnya pergi bersama kepadang rumput. Namun sayang , pada
hari itu si Mih tidak ada. Si Moh kawatir kalau terjadi apa- apa pada si Mih,
lalu si Moh bergegas mencari si Mih. Di carinya di padang rumput tidak ada, di
carinya di kali tidak ada , di carinya di sawah pun juga tidak ada. Tapi masih
ada satu tempat yang belum cari si Moh, yaitu masjid. Lalu bergegaslah si Moh
ke masjid. Ternyata benar si Mih berada di sana . Si Moh melihat banyak orang
di sekitar si Mih. Ada yang membawa kayu besar , ada yang membawa tali dadung,
bahkan ada yang membawa golok yang begitu tajam. Si Moh belum juga mengerti
kenapa oreng – orang mengerubungi si Mih.
Ketika
orang – orang mulai memegang dan menjatuhkan si Mih , si Moh baru tau apa yang
ingin di lakukan orang – orang pada si Mih. Si Moh sangat tidak terima atas
perlakuan orang – orang terhadap si Mih. Saat orang – orang akan membunuh si Mih,
si Moh lari dengan mengamuk menuju orang- orang yang akan membunuh si Mih.
Orang – orang kaget melihat si Moh tiba – tiba datang dan mengamuk, dan lalu orang – orang menjauh takut
karena si Moh mengamuk. Si mih pun berhasil lepas, namun si Mih tiba – tiba berkata pada si Moh , “ Moh, jangan marah Moh, aku
begini karena aku iklhas Moh. Aku ingin masuk surga Moh, apa kamu tidak ingat,
kalau hari ini adalah hari raya idul adha? , aku begini karena aku iklhas ingin
masuk surga Moh. Lalu si Moh menjawab , “ Mih, aku..aku.. takut kehilangan kamu
Mih, kalau benar kamu ingin mati sekarang , kalau begitu aku ingin mati
bersamamu dan hidup di surga bersamamu Mih. Jika kamu senang , aku juga
senang.
Lalu
si Moh tiba – tiba menyerahkan diri dan juga ingin di sembelih bersama si Mih.
Orang – orang pun lalu menyembelih si Moh dan si Mih. Sebelum di sembelih kata
kata terakhir mereka adalah , “ Aku cinta padamu ”. Dan akhirnya mereka mati
dengan senyuman di wajah mereka dan hidup bahagia selamanya di surga.

jos tenan om ,..bagus
ReplyDelete